KONSUMSI KEDELAI DAPAT MENCEGAH OBESITAS

Jakarta, 25 April 2018 – KEDELAI, salah satu jenis bahan makanan yang selama ini kita kenal ternyata  memiliki kandungan yang mampu menurunkan resiko kelebihan berat badan. Kelebihan berat badan atau yang lebih di kenal lagi dengan Obesitas, saat ini telah menjadi sebuah peramasalahan kesehatan dunia. Masih banyak masyarakat Indonesia pada umum nya belum menyadari bahwa dengan kelebihan berat badan tersebut menyebabkan banyak nya penyakit yang di timbulkan. Dari data WHO pada tahun 2014 bahwa 65% penduduk dunia berstatus overweight (obesitas ) dan memiliki resiko kematian lebih tinggi daripada kekurangan gizi. Ada berbagai dampak yang terjadi akibat obesitas tersebut dan salah satunya adalah Diabetes. Kalau kita bedah lebih dalam lagi obesitas itu di bedakan menjadi 2 tipe yaitu :

  1. Tipe Android ( tipe buah Apel ) ditandai dengan ada nya penumpukan lemak di sekitar dada, leher dan muka, biasanya terjadi pada pria dan wanita yang sudah menopause. Diabetes tipe ini sangat beresiko tinggi terkena diabetes mellitus, jantung koroner dan stroke.
  2. Tipe Ginoid ( Tipe buah Pear ) di tandai dengan adanya penumpukan lemak di sekitar perut, pinggul dan paha, biasanya terjadi pada wanita. Tipe Ginoid ini lebih aman di bandingkan tipe Android karena kemungkinan terserang penyakit nya lebih rendah.

Untuk menghindari komplikasi dari 2 tipe obesitas tersebut memerlukan asupan makanan yang rendah energi, rendah lemak, serta tinggi serat dan kaya akan anti oksidan. Masyarakat saat ini pun banyak yang melakukan diet agar kondisi tubuh tetap terjaga. Diantara diet yang di lakukan mungkin masih banyak yang belum mengetahui bahwa diet yang berbasis kedelai itu sangat baik. Kedelai merupakan bahan pangan yang kaya komponen bioaktif dan banyak memiliki kemampuan anti obesitas melalui berbagai mekanisme.

Menurut Prof. Dr. Made Astawan, seorang ahli kedelai dari IPB, bahwa kandungan yang terdapat dalam kedelai diantaranya adalah : protein, vitamin dan mineral, asam lemak tak jenuh, Isoflavon, prebiotik, serat pangan dan masih banyak lagi, sehingga kedelai sangat berperan penting dalam pengembangan pangan fungsional. Diet yang berbasis kedelai ini ternyata mampu untuk mencegah kita dari Obesitas dengan meningkatkan rasa kenyang lebih lama sehingga kita dapat mengatur berat badan secara ideal.

Pada tahun 2016 Nielsen pun telah melakukan survey bahwasanya KEDELAI semakin di kenal sebagai “superfood “ yang biasa di konsumsi untuk pengobatan ( 34 % ) dan pencegahan penyakit ringan ( 40% ) Sementara dari segi konsumen lebih memilih kedelai karena banyak manfaatnya  dan rasanya pun lebih enak.

” Mari kita mengonsumsi KEDELAI dalam berbagai bentuk olahannya untuk menghindari resiko OBESITAS, salah satunya mengonsumi SOYJOY sebagai pelopor camilan sehat berbahan dasar kedelai, ”  tutup Ricky Suhendar, Corporate Communication Director PT Amerta Indah Otsuka.