Press Release
Edukasi Bahaya DBD (Demam Berdarah Dengue) Lewat Pos Sehat Pocari Sweat Sragen
Pocari Sweat gelar kegiatan yang bertajuk “Pos Sehat Pocari Sweat” sebagai bentuk komitmen edukasi kesehatan untuk masyarakat, pada peluncuran keduanya Pos Sehat Pocari Sweat memilih Kabupaten Sragen.
Setelah sukses dengan Pos Sehat Pocari Sweat di Boyolali bulan Juli lalu, Pocari Sweat kembali melanjutkan edukasi warga mengenai bahaya dehidrasi pada DBD. Pos Sehat Pocari Sweat dibuka dengan briefing kepada Kader di Kecamatan Karangmalang 23 September 2011, saat briefing tim Pocari Sweat memberikan pembekalan kepada para Kader sebelum akhirnya mereka melakukan aktivitas penyuluhan ke komunitas setempat.
“Pos Sehat Pocari Sweat merupakan bentuk dukungan PT Amerta Indah Otsuka kepada pemerintah untuk mengedukasi masyarakat akan bahaya DBD dan bagaimana cara menanggulanginya,” papar R Suhendar selaku Head of Marketing Pocari Sweat.
Suhendar menambahkan, “Data dari Departemen Kesehatan, sepanjang tahun 2010 di Indonesia terdapat lebih dari 150.000 penderita DBD dengan jumlah angka kematian sekitar 1 persen dari jumlah penderita, atau lebih dari 1.300. Artinya ada lebih dari 3 orang meninggal setiap harinya akibat DBD. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi apabila masyarakat sudah mengetahui bagaimana cara pertolongan pertama untuk pasien.”
Faktor utama dari kematian pada DBD adalah karena pertolongan pertama yang terlambat dilakukan. Banyak penderita DBD yang kurang mengetahui bahaya dehidrasi, yang disebabkan karena kehilangan cairan tubuh. Penderita DBD banyak kehilangan cairan tubuh sehingga bisa terkena dehidrasi. Pocari Sweat adalah minuman yang tepat untuk atasi dehidrasi, karena komposisinya mirip dengan cairan tubuh, dan diserap 2,3 kali lebih cepat dari air biasa. Selain mengganti cairan tubuh yang hilang, penderita DBD sebaiknya segera dibawa ke Rumah Sakit atau puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Pos Sehat Pocari Sweat memilih Kabupaten Sragen sebagai proyek keduanya, dari Kabupaten Sragen dipilih dua kecamatan yaitu Kecamatan Karangmalang dan Kecamatan Gondang. Dari kedua kecamatan tersebut, tim Pocari Sweat memilih 19 Kader Pocari Sweat yang mewakili desa masing-masing. Ke 19 Kader Pocari Sweat ini kemudian diberikan pembekalan untuk melakukan tugas sebagai Kader Pocari Sweat selama 30 hari kedepan.
Selama masa tugasnya sebagai Kader Pocari Sweat mereka diberi kewajiban untuk mengedukasi lewat penyuluhan bahaya dehidrasi pada DBD ke komunitas sekitar; lalu cara penganggulangan dehidrasi, salah satunya dengan mengkonsumi minuman yang dapat menggantikan cairan tubuh dengan cepat yaitu Pocari Sweat; dan yang terakhir juga untuk membagikan informasi mengenai kegiatan Pos Sehat Pocari Sweat yang dapat diikuti oleh masyarakat, seperti lomba kreatifitas Ibu PKK, Senam Sehat , lomba mewarnai anak TK dan pemilihan supporter terbaik dan juga untuk mengajak masyarakat menghadiri acara puncak Pos Sehat Pocari Sweat di Alun-alun Sragen pada Minggu, 30 Oktober 2011.
Pada acara puncak Pos Sehat Pocari Sweat para Kader Pocari Sweat diberi waktu masing-masing 4 menit untuk presentasi dihadapan pengunjung dan juri yang merupakan tim ahli kesehatan setempat untuk edukasi akan bahaya dehidrasi pada DBD dan cara penanggulangannya. Presentasi dari ke 19 kader Pocari Sweat diselingi dengan hiburan seperti hiburan musik dan door prize, selain itu pengunjung juga bisa menikmati bazaar, pameran hasil karya peserta Lomba Kreatifitas Ibu PKK dan area bermain untuk anak. Setelah ke 19 Kader Pocari Sweat masing masing memberikan edukasi lewat presentasinya, di ujung acara akan diumumkan 3 pemenang Kader Pocari Sweat yang dinilai terbaik.
Bapak R Suhendar selaku Head of Marketing mengatakan, “Dengan adanya kegiatan Pos Sehat Pocari Sweat diharapkan masyarakat akan lebih peduli dengan bahaya dehidrasi terutama akibat DBD, dan lebih memahami bagaimana cara menanggulanginya, sehingga dampak kematian akibat DBD bisa terhindarkan .”







kembali ke list judul