ENGLISH  |   BAHASA

Press Release

kembali ke list judul

Wakil Walikota Padang Meresmikan 1 sekolah yang didirikan oleh
PT. Amerta Indah Otsuka untuk korban bencana gempa di Padang



500 anak korban gempa di Padang dapat bersekolah lagi berkat peranan PT. Amerta Indah Otsuka mendirikan SDN 3 & 5 Bandar Buat, Padang sebagai wujud kesadaran bahwa pendidikan berperan sangat besar dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan keprihatinan atas para anak yang putus sekolah akibat gempa di Padang diresmikan oleh Bapak. Wakil Walikota H. Mahyeldi Ansharullah bersama dengan Bapak Yoshihiro Bando, Presiden Direktur PT. Amerta Indah Otsuka dan Bapak Andy Noya selaku Ketua Yayasan Kick Andy pada hari Senin, 25 Oktober 2010 di Bandar Buat, Padang.

Bapak Yoshihiro Bando, Presiden Direktur PT. Amerta Indah Otsuka mengatakan, "Kami yakin, pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam mencetak kader-kader yang sehat dan berkualitas dan kunci untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Tanpa pendidikan, maka akan sulit untuk peduli pada bidang lainnya,seperti lingkungan dan kesehatan. Didalam sumber daya manusia yang sehat terdapat sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing global".

Sejak awal kehadirannya di Indonesia pada tahun 1989 hingga saat ini, PT. Amerta Indah Otsuka tetap pada komitmennya untuk peduli terhadap kesehatan dengan mengedukasi masyarakat akan pentingnya hidup sehat dan menjaga asupan cairan tubuh. Selain mengedukasi masyarakat tentang pentingnya hidup sehat, PT. Amerta Indah Otsuka- Pocari Sweat Satu Hati Cerdaskan Bangsa juga menyadari bahwa pendidikan mempunyai andil yang besar dalam mencetak sumber daya manusia yang sehat, berkualitas dan berdaya saing global.

Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional mencatat jumlah anak putus sekolah di Indonesia pada 2010 mencapai 13 juta jiwa termasuk korban akibat gempa di Padang yang telah merusak 1.038 bangunan sekolah. Berangkat dari keprihatinan mendalam tersebut, PT Amerta Indah Otsuka membantu anak Indonesia meraih masa depan yang cerah melalui pendidikan dengan mendirikan SDN 3 & 5 Bandar Buat, Padang bagi para korban bencana gempa di Padang.

Proses perijinan dan pemilihan lokasi sekolah telah dimulai sejak bulan Januari 2010 dan proses pembangunan dimulai pada bulan April 2010 bekerjasama dengan yayasan Kick Andy dalam teknis pelaksanaannya. Pembangunan sekolah yang memakan waktu kurang lebih 6 bulan ini menelan biaya sekitar 1,1 milyar dan semuanya merupakan dana bantuan dari PT Amerta Indah Otsuka.

Salah satu wujud kepeduliannya dalam pendidikan di tahun 2010 ini Pocari Sweat Satu Hati Cerdaskan Bangsa (www.satuhati.com) juga membantu anak Indonesia dengan mendirikan 10 perpustakaan di sekolah-sekolah dasar mulai dari daerah Sumatera (Padang) sampai dengan pulau Jawa. Pembangunan perpustakaan yang didirikan oleh Pocari Sweat Satu Hati Cerdaskan Bangsa di Padang berjumlah 3 perpustakaan yaitu di SDN 40 Barung Balantai (Kab. Pesisir Selatan), SDN 02 di Batu Kambing (Kab. Agam), SDN 01 Batang Gasan (Kab.Padang Pariaman). Sebagai tambahannya, PT Amerta Indah Otsuka juga mendirikan satu perpustakaan di SDN 3&5 Bandar Buat, Padang. Buku-buku untuk perpustakaan di SDN 3&5 Bandar Buat merupakan sumbangan dari Satu Hati Cerdaskan Bangsa dan berjumlah 776 buku.

Bapak R. Suhendar, Produk Marketing Manager Pocari Sweat mengatakan, "Untuk memberantas kebodohan di negeri Indonesia diperlukan sarana pendidikan yang baik untuk menumbuhkan sumber daya manusia yang baik pula. Untuk itu Pocari Sweat Satu Hati Cerdaskan Bangsa terus bergerak agar pendidikan tidak akan akan berhenti sehingga anak Indonesia dapat meraih masa depan yang cerah".

Selain mendirikan perpustakaan Pocari Sweat Satu Hati Cerdaskan Bangsa juga menyumbangkan 25.623 buku-buku untuk perpustakaann 95 sekolah dan yayasan di Indonesia mulai dari SD, SMP, SMA. Total donasi yang diberikan oleh Pocari Sweat Satu Hati Cerdaskan Bangsa sejak tahun 2007-2010 sebesar 2,3 Milyar Rupiah dan 75.279 buku yang disumbangkan ke 181 sekolah dan yayasan di Indonesia. "Kami berharap inisiatif ini dapat menggerakkan hati masyarakat Indonesia untuk secara terus menerus memberikan perhatian bagi masa depan pendidikan anak Indonesia, karena pendidikan merupakan jendela bagi anak-anak untuk mencapai masa depan yang lebih baik", tutup Suhendar.