Press Release

kembali ke list judul

Pos Sehat Pocari Sweat Edukasi Masyarakat Mengenai Bahaya 3 D (Demam Berdarah, Diare dan Demam) dan Cara Penanggulangannya



Pocari Sweat gelar kegiatan yang bertajuk “Pos Sehat Pocari Sweat” sebagai bentuk komitmen edukasi kesehatan untuk masyarakat, pada peluncuran pertamanya Pos Sehat Pocari Sweat memilih Kabupaten Boyolali.

Acara puncak kegiatan Pos Sehat Pocari Sweat digelar Minggu, 24 Juli 2011 di Lapangan Kecamatan Teras, Boyolali, Jawa Tengah setelah melalui rangkaian beberapa kegiatan, yaitu briefing di Puskesmas Teras, Puskesmas Mojosongo dan Kelurahan Sudimoro serta aktivitas penyuluhan para Kader Pocari Sweat di masing-masing desa yang  berlangsung mulai 21 Juni – 20 Juli 2011.

“Pos Sehat Pocari Sweat diselenggarakan sebagai  dukungan perusahaan kepada pemerintah untuk  menanggulangi bahaya 3D ( Demam Berdarah, Diare dan Demam ).  Ini juga sebagai  bentuk kepedulian PT Amerta Indah Otsuka untuk mengedukasi masyarakat akan bahaya 3 D (Demam berdarah, Diare dan Demam) dan bagaimana cara menanggulanginya,” papar R Suhendar selaku Senior Product Marketing Manager Pocari Sweat

Suhendar menambahkan, “Dari data Departemen Kesehatan, sepanjang tahun 2010 di Indonesia terdapat lebih dari 150.000 penderita demam berdarah dengan jumlah angka kematian lebih dari 1.300, yang artinya ada lebih dari 3 orang meninggal setiap harinya akibat demam berdarah. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi apabila masyarakat sudah mengetahui bagaimana cara pertolongan pertama untuk pasien.”

Pada kasus 3 D (Demam berdarah, Diare dan Demam), penderita banyak kehilangan cairan tubuh sehingga bisa terkena dehidrasi, oleh karena itu minuman pengganti cairan tubuh dapat menjadi pertolongan pertama untuk pasien agar kondisi tidak memburuk. Pocari Sweat adalah minuman yang tepat untuk atasi dehidrasi saat 3 D.   Dan saat dehidrasi, sebaiknya pasien segera di bawa ke rumah sakit atau puskesmas terdekat.

Pos Sehat Pocari Sweat memilih Kabupaten Boyolali sebagai proyek pertamanya, dari Kabupaten Boyolali dipilih dua kecamatan yang dinilai belum mendapat cukup edukasi akan bahaya dehidrasi pada 3 D (Demam berdarah, Diare dan Demam) dan cara menanggulanginya. Dua kecamatan yang dipilih adalah Kecamatan Mojosongo dan Kecamatan Teras. Dari kedua kecamatan tersebut, tim Pocari Sweat memilih 20 Kader Pocari Sweat yang mewakili desa masing-masing. Ke 20 Kader Pocari Sweat ini kemudian diberikan pembekalan untuk melakukan tugas sebagai Kader Pocari Sweat selama 30 hari kedepan.

Selama masa tugasnya sebagai Kader Pocari Sweat mereka diberi kewajiban untuk mengedukasi lewat penyuluhan ke masyarakat sekitar akan bahaya dehidrasi pada 3 D (Demam, Diare, Demam berdarah); lalu cara penganggulangan dehidrasi, salah satunya dengan mengkonsumi minuman yang dapat menggantikan cairan tubuh dengan cepat yaitu Pocari Sweat; dan yang terakhir juga untuk membagikan informasi mengenai kegiatan Pos Sehat Pocari Sweat yang dapat diikuti oleh masyarakat, seperti lomba kreasi Ibu PKK, lomba karaoke Bapak dan juga untuk mengajak masyarakat menghadiri acara puncak Pos Sehat Pocari Sweat di Lapangan Kecamatan Teras pada Minggu, 24 Juli 2011.

Pada acara puncak Pos Sehat Pocari Sweat para Kader Pocari Sweat diberi waktu masing-masing 4 menit untuk presentasi dihadapan pengunjung dan juri yang merupakan tim ahli kesehatan setempat untuk edukasi akan bahaya dehidrasi pada 3 D dan cara penanggulangannya. Presentasi dari ke 20 kader Pocari Sweat diselingi dengan hiburan seperti Lomba Karaoke Bapak dan pertunjukan sulap, selain itu pengunjung juga bisa menikmati bazar, pameran hasil karya peserta Lomba Kreasi Ibu PKK dan area  bermain untuk anak. Setelah ke 20 Kader Pocari Sweat masing masing memberikan edukasi lewat presentasinya, di ujung acara akan diumumkan 3 pemenang Kader Pocari Sweat yang dinilai terbaik.

Bapak R Suhendar selaku Senior Product Marketing Manager mengatakan, “Dengan adanya kegiatan Pos Sehat Pocari Sweat diharapkan masyarakat akan lebih peduli dengan bahaya dehidrasi terutama akibat 3 D (Demam berdarah, Diare dan Demam), dan lebih memahami bagaimana cara menanggulanginya, sehingga dampak kematian akibat demam berdarah bisa terhindarkan .”